1. Beranda
  2. /Kalender bulan purnama 2026
Kalender lunar

Kalender bulan purnama 2026 dan purnama berikutnya

Cari tahu kapan bulan purnama berikutnya dan setiap purnama sepanjang 2026 — tanggal yang tepat, jam dalam UTC, dan zodiak tempat masing-masing purnama jatuh. Dihitung dari astronomi yang sebenarnya dengan Efemeris Swiss, bukan hasil kira-kira.

Bulan purnama berikutnya
28 Agustus 2026
4.18 UTC·di Pisces

Lihat bagaimana purnama ini menyentuh peta kelahiranmu

Hitung peta kelahiranmu untuk tahu di rumah mana setiap zodiak purnama jatuh — dari perhitungan astronomi yang tepat.

Hitung peta kelahiranmu — gratis

Bulan purnama mendatang

TanggalJamZodiak
28 Agu 20264.18 UTCPisces
26 Sep 202616.49 UTCAries
26 Okt 20264.11 UTCTaurus
24 Nov 202614.53 UTCGemini
24 Des 20261.28 UTCCancer
22 Jan 202712.17 UTCLeo
20 Feb 202723.23 UTCVirgo
22 Mar 202710.43 UTCLibra
20 Apr 202722.27 UTCScorpio
20 Mei 202710.59 UTCScorpio
19 Jun 20270.44 UTCSagitarius
18 Jul 202715.44 UTCCapricorn
17 Agu 20277.28 UTCAquarius

Semua jam ditampilkan dalam UTC. Tambahkan 7 jam untuk WIB, 8 jam untuk WITA, dan 9 jam untuk WIT. Dihitung dengan Efemeris Swiss.

Kapan bulan purnama berikutnya?

Bulan purnama berikutnya jatuh pada 28 Agustus 2026, pukul 4.18 UTC, saat Bulan mencapai penyinaran penuh di Pisces. Bulan purnama terjadi pada detik ketika Bulan berada tepat berseberangan dengan Matahari di langit — elongasi 180 derajat — sehingga seluruh sisinya yang menghadap Bumi tersinari. Itulah momen yang ditampilkan di sini, bukan sekadar malam saat Bulan terlihat bundar oleh mata.

Karena kesejajaran itu adalah peristiwa astronomi yang tepat, purnama jatuh pada tanggal dan jam tertentu, bukan sepanjang satu hari penuh. Kartu di bagian atas menandai momen tersebut; tabel di bawah melanjutkannya sampai akhir 2026 supaya kamu bisa merencanakan lebih awal — untuk ritual, untuk latihan melepaskan, atau sekadar untuk tahu zodiak tempat setiap purnama jatuh.

Kalender bulan purnama 2026

Tabel di atas memuat setiap bulan purnama mendatang beserta tanggal, jam, dan zodiaknya. Semua jam diberikan dalam UTC (Waktu Universal Terkoordinasi), jadi kamu perlu mengubahnya ke waktu setempat — purnama yang tampil larut malam dalam UTC bisa saja jatuh pada tanggal sebelum atau sesudahnya di kalendermu sendiri.

Setiap baris dihitung, bukan disalin. Sigastra menemukan tiap bulan purnama lewat pencarian akar di atas Efemeris Swiss — mesin astronomi berpresisi tinggi yang diturunkan dari data NASA JPL, yang sama dengan mesin di balik peta kelahiran kami. Zodiak Bulan dibaca dari bujur ekliptika Bulan yang sebenarnya pada detik purnama, jadi zodiak yang kamu lihat adalah posisi Bulan yang nyata di langit, sampai ke derajatnya.

Apa arti zodiak tempat purnama jatuh

Setiap bulan purnama jatuh di salah satu dari dua belas zodiak, dan astrologi membaca zodiak itu sebagai warna dari lunasi tersebut. Purnama secara tradisional dipandang sebagai puncak — titik pematangan, kejernihan, dan pelepasan — dan zodiaknya mewarnai apa yang sedang terkuak. Purnama di zodiak api (Aries, Leo, Sagitarius) terasa berani dan ekspresif; di zodiak air (Cancer, Scorpio, Pisces) menjadi emosional dan intuitif; zodiak tanah (Taurus, Virgo, Capricorn) membumikannya pada hal-hal praktis, sedangkan zodiak udara (Gemini, Libra, Aquarius) membawanya ke ranah pikiran dan hubungan.

Bulan purnama juga selalu berseberangan dengan zodiak yang sedang ditempati Matahari, sehingga sering menyorot sebuah pasangan berlawanan — pekerjaan lawan rumah, diri sendiri lawan orang lain, kebebasan lawan komitmen. Untuk melihat bagaimana purnama tertentu menyentuh peta kelahiranmu sendiri, kamu perlu tahu di rumah mana zodiak itu dan pasangannya berada, dan itulah yang ditunjukkan sebuah peta kelahiran.

Nama-nama bulan purnama, dari Purnama sampai Strawberry Moon

Di Indonesia, purnama sudah lama dilacak lewat penanggalan lunar. Kalender Hijriah memulai setiap bulannya dari bulan baru, sehingga purnama jatuh di sekitar tanggal 14 atau 15 — dasar dari kebiasaan puasa ayyamul bidh pada hari-hari terang itu. Di Bali, Purnama dan Tilem adalah hari suci yang menandai bulan penuh dan bulan mati, lengkap dengan persembahyangan di pura. Karena penanggalan lunar dibulatkan ke hari penuh, tanggal-tanggal itu bisa meleset sekitar satu hari dari detik purnama astronomis yang tercantum di tabel ini.

Nama-nama purnama berbahasa Inggris yang belakangan populer di media sosial berasal dari cerita rakyat almanak Amerika Utara dan Eropa lama: Wolf Moon untuk Januari, Snow Moon Februari, Worm Moon Maret, lalu Pink Moon, Flower Moon, Strawberry Moon, Buck Moon, Sturgeon Moon, Harvest Moon, Hunter's Moon, Beaver Moon, dan Cold Moon untuk Desember. Nama-nama itu menandai musim di belahan bumi utara, bukan astrologi, dan sama sekali tidak berarti warna Bulan berubah. Zodiak di tabel adalah posisi astronomis Bulan yang sebenarnya; nama musiman hanyalah julukan yang melekat pada purnama bulan itu.

Jam purnama di WIB, WITA, dan WIT

Indonesia terbentang di tiga zona waktu: WIB (UTC+7), WITA (UTC+8), dan WIT (UTC+9). Semua jam di halaman ini ditulis dalam UTC, jadi tambahkan tujuh jam untuk Jakarta dan Medan, delapan jam untuk Makassar dan Denpasar, serta sembilan jam untuk Ambon dan Jayapura. Indonesia tidak menerapkan waktu musim panas, sehingga selisih itu tetap sama sepanjang tahun dan tidak perlu disesuaikan per musim.

Perlu diingat bahwa purnama adalah satu momen tunggal, bukan satu malam. Karena itu, penambahan tujuh sampai sembilan jam kadang memindahkan purnama ke tanggal berikutnya di kalender Indonesia, terutama jika jam UTC-nya sudah lewat pukul lima sore. Bentuk Bulan dan persentase iluminasinya sendiri sama di seluruh nusantara — hanya angka di jam dinding yang berbeda.

Pertanyaan seputar bulan purnama

Kapan bulan purnama berikutnya?+

Bulan purnama berikutnya jatuh pada 28 Agustus 2026 pukul 4.18 UTC, di Pisces. Itulah detik ketika Bulan mencapai penyinaran penuh, dihitung dengan Efemeris Swiss. Jamnya dalam UTC, jadi tambahkan tujuh jam untuk WIB, delapan untuk WITA, dan sembilan untuk WIT.

Bulan purnama berikutnya jatuh di zodiak apa?+

Bulan purnama berikutnya jatuh di Pisces. Zodiaknya dibaca dari bujur ekliptika Bulan yang sebenarnya pada detik purnama, jadi angka itu memantulkan posisi Bulan yang nyata di langit.

Berapa sering bulan purnama terjadi?+

Kira-kira setiap 29,5 hari — satu bulan sinodis. Ritme itu menghasilkan sekitar dua belas atau tiga belas purnama dalam setahun, sehingga sesekali ada satu bulan kalender yang memuat dua purnama; purnama kedua itulah yang populer disebut blue moon.

Apakah jam yang ditampilkan sudah WIB?+

Belum. Semua jam di halaman ini ditulis dalam UTC (Waktu Universal Terkoordinasi). Tambahkan tujuh jam untuk WIB, delapan jam untuk WITA, dan sembilan jam untuk WIT. Karena Indonesia tidak memakai waktu musim panas, selisih itu berlaku sepanjang tahun. Karena purnama adalah satu momen tunggal, penambahan ini kadang memindahkannya ke tanggal berikutnya.

Apakah bulan purnama terlihat sama di seluruh Indonesia?+

Ya. Fase Bulan ditentukan oleh sudut antara Matahari dan Bulan di ruang angkasa, dan sudut itu sama bagi semua orang di Bumi. Purnama yang dilihat dari Aceh, Kalimantan, dan Papua adalah purnama yang sama persis. Yang berbeda hanyalah jam terbit dan terbenamnya, karena itu bergantung pada garis bujur dan lintang tempatmu berdiri.

Apa itu supermoon?+

Supermoon adalah purnama yang terjadi ketika Bulan sedang berada dekat dengan titik terdekatnya ke Bumi. Karena jaraknya lebih rapat, piringan Bulan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dari biasanya, meski selisihnya sulit dikenali tanpa perbandingan langsung. Fase dan zodiaknya tetap dihitung dengan cara yang sama seperti purnama lain di tabel ini.

Apa bedanya purnama menurut kalender Hijriah dan menurut tabel ini?+

Kalender Hijriah memulai bulan dari bulan baru, sehingga purnama jatuh di sekitar tanggal 14 atau 15. Karena penanggalan itu dibulatkan ke hari penuh dan awal bulannya ditetapkan lewat rukyat atau hisab, tanggalnya bisa berbeda sekitar satu hari dari detik purnama astronomis. Tabel di halaman ini memuat momen astronomisnya, yaitu saat elongasi mencapai 180 derajat.

Jelajahi lebih jauh